Selasa, 21 Juni 2011

Carut Marut Kehidupan Berbangsa sebagai Potret Krisis Pemimpin Sejati

Permasalahan bangsa tak kunjung selesai.
Indoneisa butuh sosok pemimpin sejati.

Bangsa Indonesia, adalah sebuah bangsa yang besar. Bangsa besar dengan keanekaragaman suku, budaya dan kekayaan alam yag melimpah. Bangsa besar ini berdiri dengan perjuangan yang besar pula. Para tokoh perjuangan seperti Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, dan masih banyak tokoh lain memperjuangkan kemerdekaan dengan tidak mudah. Pengorbanan yang luar biasa besar dibutuhkan untuk mencapai kemerdekaan di Indonesia.

Tapi, sangat disayangkan jika menilik apa yang kini tengah terjadi. Carut marut kehidupan berbangsa melanda negeri ini. Dari satu masalah ke masalah yang lain. Dari satu isu ke isu yang lain. Tak pernah ada sebuah titik penyelesaian dengan jelas. Mulai dari masalah bank century, cicak versus buaya, mafia pajak, konflik umat beragama, kejahatan perbankan, hingga korupsi yang seolah tak pernah ada akhirnya. Tak satupun permasalahan yang terjadi terselesaikan dengan tuntas. Bangsa ini seolah hanya bisa membuat masalah dan tak pernah bisa menemukan solusi pemyelesaiannya.

Terkadang rakyat mulai bosan dan jengah dengan carut marutnya kehidupan bangsa ini. kepentingan rakyat, banyak yang terabaikan oleh permasalahan yang tak jelas arah dan tujuannya. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, bukannya peningkatan kualitas dan daya saing tetapi kita hanya disibukkan dengan isu permasalahan dalam negeri yang tak kunjung usai. Carut marut dalam kehidupan bangsa ini merupakan sebuah potret terjadinya krisis pemimpin sejati di negeri ini. Tak ada lagi sosok seperti bung Hatta, syahrir, dan tokoh teladan lain yang rela mengesampingkan kepentingan pribadi untuk bangsa tercinta. Hatta misalnya, adalah sosok yang tak gila akan kekuasaan, tak butuh gelimangan harta, dan tak butuh sanjungan. Tujuannya hanya satu, yaitu menjadikan bangsa ini menjadi bangssa yang lebih baik dan membela kepentingan rakyat sebagai wujud cinta kasihnya pada Indonesia.

Penyebab carut marut kehidupan berbangsa saat ini karena beberapa faktor, yaitu karena sumber kejahatan di negeri ini sudah menjadi lingkaran setan yang sulit untuk diputus. Banyak kejahatan besar yang dilakukan oleh para elite pemegang kekuasaan dengan cara collective, sehingga tidak mudah untuk memutus rantai kajahatan yang dilakukan secara bersama-sama. Kemudian faktor lain disebabkan penegakan hukum yang tidak konsisten. Hukum dinegeri ini seolah tak berdaya jika dihadapkan dengan kejahatan orang yang memiliki uang dan kekuasaan. Seperti bambu, hukum di Indonesia sangat runcing ke bawah tapi tumpul ke atas.

Diperlukan sebuah keberanian untuk dapat menegakkan kebenaran demi terciptanya kehidupan berbangsa yang lebih baik. Pertama, diperlukan seorang pemimpin sejati, yaitu seorang pemimpin yang berani menjadi penegak hukum dan kebenaran tanpa pandang bulu. Seorang pemimpin baru dengan semangat kepedulian terhadap rakyat. Seorang pemimpin yang mendasarkan setiap langkah perjuangan hanya untuk kepentingan Indonesia yang lebih baik. Kedua, konsistensi penegakan hukum. Hukum tak boleh lemah walau berhadapan dengan penguasa tertinggi sekalipun. Ketiga, penegakkan hukum progresif sosiologis bisa menjadi alternatif. Hal ini karena selama ini penegakan hukum dengan hanya menggunakan pendekatan legal-formal terbukti kurang efektif.

Dengan hadirnya pemimpin-pemimpin sejati yang siap menjadi pembaharu semoga Indonesia yang lebih baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak lagi hanya sebatas angan-angan belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar